HALAL dan HARAM JANGAN JADI PERDEBATAN………
Persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadikan orang menghalalkan segala cara, Bupati Kabupaten Kepahiang propinsi Bengkulu berencana membangun Pabrik Sosis Babi. Pembangunan Prabrik tersebut dengan dasar pemikiran karena di kabupaten Kepahiang banyak bahan baku yaitu Babi. Sehingga masyarakat pemburu babi akan mendapat upah dari hasil penjualan Babi Buruannya. Menurut Bupati bahwa pabrik sosis ini akan menjadi salah satu sumber PAD Kepahiang kedepan.
Berikut kita salinkan kembali wawancara esklusif oleh wartawan Radar Pat Petulai (bpc) tanggal 18 Oktober 2011, “ Sosis yang akan kita produksi bukan untuk konsumsi dan tidak dipasarkan di Indonesia, melainkan di jual ke luar negeri. Jadi, tidak ada masalah soal kontra haram yang terjadi di masyarakat,” jelas Bando.
Nah itulah pernyataan seorang Bupati yang tidak menghiraukan lagi Halal dan Haram, yang penting Peningkatan PAD.
Padahal kita tahu hal Haram itu suatu yang dilarang dan Halal itu sesuatu yang di haruskan. Jadi Jelas haram dan halal itu. Peraturan yang di buat Tuhan itu adalah untuk kemaslahatan manusia.
Kalau untuk mencari pertambahan PAD masih banyak cara yang Halal, untuk apa kita bertumpuk kekayaan tetapi dari usaha barang yang haram. Apa bedanya hal tersebut dengan jual togel, judi , Minuman keras, korupsi dan pelacuran. Semua itu akan menghancurkan generasi yang akan datang, karena di danai atau di besarkan dengan hasil penjualan barang haram.
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
BalasHapusTemanku Rahman Kendali Sodo berkata......Wahyaning Goro - Goro , tumapaking Goro - goro kang kathondho , marang panasing bumi tan keno kiniro , polahe menungso wus koyo gabah kang den interi , okeh anak podo golek bopo , okeh prawan podo ................ , okeh rondho podo .......................... , bumi wus gojang - ganjing , menungso wus podo ngalu oro , sing ing ngarso podo ngumbar angkoro , sing madyo golek bondo ............
BalasHapus